Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

SPBU Mulai Berubah Wujud, Pengisian Mobil Listrik 3700 Unit

SPBU Mulai Berubah Wujud, Pengisian Mobil Listrik 3700 Unit
CaranoNews

Wajah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia perlahan mulai berubah. Jika dulu identik dengan deretan pompa bensin dan solar, kini di sejumlah SPBU telah berdiri Stasiun Pengisian...

Wajah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia perlahan mulai berubah. Jika dulu identik dengan deretan pompa bensin dan solar, kini di sejumlah SPBU telah berdiri Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebagai penanda pergeseran menuju era kendaraan ramah lingkungan.

Langkah ini sejalan dengan meningkatnya populasi mobil listrik di Tanah Air serta kebijakan pemerintah yang mendorong transisi energi bersih. Pertamina, bekerja sama dengan PLN, menjadi salah satu pelopor dengan menghadirkan fasilitas pengisian daya mobil listrik di area SPBU yang tetap beroperasi melayani kendaraan berbahan bakar fosil. "SPBU tidak ditinggalkan, tetapi berevolusi.

Kini satu lokasi bisa melayani dua jenis energi sekaligus: BBM dan listrik," ujar pengamat energi dari Institute for Energy Economics, Rabu (6/1). SPBU Tak Lagi Sekadar Pompa BBM Sejumlah SPBU di Jakarta, Jawa Barat, hingga kota-kota besar di luar Jawa sudah dilengkapi SPKLU, termasuk pengisian cepat (fast charging). Salah satu yang kerap menjadi rujukan adalah SPBU di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, yang telah beroperasi sebagai SPBU sekaligus titik pengisian kendaraan listrik.

Kehadiran SPKLU di SPBU dinilai strategis karena:

Lokasinya mudah dijangkau Infrastruktur pendukung sudah tersedia Pengguna mobil listrik bisa mengisi daya sambil beristirahat

Ribuan SPKLU Tersebar

Berdasarkan data Kementerian ESDM dan PLN, lebih dari 3.700 unit SPKLU kini telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Titiknya tidak hanya di SPBU, tetapi juga di rest area tol, pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga kawasan wisata. Pemerintah menargetkan pembangunan puluhan ribu SPKLU hingga 2030 seiring proyeksi peningkatan jumlah kendaraan listrik nasional. Transisi, Bukan Penghapusan Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kehadiran SPKLU bukan berarti SPBU akan dihapus.

Dalam jangka panjang, SPBU justru diproyeksikan menjadi pusat energi multifungsi, melayani berbagai kebutuhan kendaraan sesuai perkembangan teknologi. "BBM masih dibutuhkan, tapi listrik akan mengambil porsi yang semakin besar.

Ini proses transisi, bukan perubahan instan," kata pejabat Kementerian ESDM. Sinyal Kuat Arah Masa Depan Pengamat menilai, pemasangan SPKLU di SPBU merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia tengah bersiap menghadapi masa depan transportasi. Dengan semakin banyaknya mobil listrik yang dipasarkan pada 2025-2026, keberadaan infrastruktur pengisian daya menjadi kunci utama.

Transformasi SPBU ini sekaligus menandai babak baru sektor energi nasional: dari dominasi bahan bakar fosil menuju bauran energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. (Bud)