Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

Xiaomi SU7 Kalahkan Tesla di China Tempuh 900 Km Setelah Isi Batrai

Xiaomi SU7 Kalahkan Tesla di China Tempuh 900 Km Setelah Isi Batrai
CaranoNews

BEIJING - Dominasi Tesla di pasar sedan listrik China mulai mendapat tantangan serius. Mobil listrik perdana Xiaomi, SU7, dilaporkan mengungguli Tesla Model 3 dalam penjualan di sejumlah periode...

BEIJING - Dominasi Tesla di pasar sedan listrik China mulai mendapat tantangan serius. Mobil listrik perdana Xiaomi, SU7, dilaporkan mengungguli Tesla Model 3 dalam penjualan di sejumlah periode terakhir. Fenomena ini menandai babak baru persaingan kendaraan listrik di pasar terbesar dunia.

Keberhasilan SU7 tidak datang tiba-tiba. Xiaomi masuk dengan strategi harga agresif, fitur teknologi yang kaya, serta integrasi ekosistem digital yang kuat-modal yang sudah lama mengakar dari bisnis smartphone dan perangkat pintar perusahaan tersebut.

Di mata konsumen China, kombinasi ini terbukti menarik. Harga Lebih Murah, Fitur Lebih Lengkap Secara harga, SU7 diposisikan lebih kompetitif dibanding Model 3 di kelas yang sama. Dari sisi fitur, Xiaomi menyematkan teknologi bantuan berkendara mutakhir, layar besar dengan sistem operasi khas Xiaomi, serta konektivitas mulus dengan perangkat pintar lain-nilai tambah yang kerap menjadi pertimbangan pembeli urban.

Spesifikasi Tak Kalah Gahar

Pada aspek teknis, SU7 menawarkan jarak tempuh tinggi dan performa yang sepadan di kelas sedan listrik. Varian tertentu mengusung arsitektur 800V yang mendukung pengisian cepat, menjadikannya relevan dengan kebutuhan mobilitas modern di kota-kota besar China. Tesla Masih Kuat, Tapi Tantangan Nyata Meski demikian, Tesla belum tersingkir.

Brand asal Amerika Serikat itu tetap unggul secara global, terutama dalam hal jaringan, efisiensi produksi, dan reputasi. Namun di China, kehadiran pemain lokal kuat seperti Xiaomi menunjukkan bahwa preferensi konsumen mulai bergeser ke produk yang menawarkan nilai lebih dengan harga bersaing. Sinyal Pergeseran Pasar Analis menilai keberhasilan SU7 sebagai sinyal pergeseran kekuatan di industri kendaraan listrik China.

Produsen lokal dengan pemahaman pasar domestik, rantai pasok efisien, dan ekosistem digital matang kini mampu menekan pemain global. Dengan SU7, Xiaomi membuktikan bahwa mereka bukan sekadar "pendatang baru" di otomotif. Jika tren ini berlanjut, peta persaingan EV global berpotensi berubah-dan Tesla tak lagi sendirian di puncak.