Sumatra Digadang Jadi Motor Hilirisasi Nasional Era Prabowo Subianto
Carano News - Pulau Sumatra digadang-gadang akan memainkan peran strategis dalam program hilirisasi nasional yang menjadi salah satu agenda utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan kekayaan sumber daya alam dan komoditas perkebunan yang melimpah, Sumatra dinilai memiliki posisi kunci dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis nilai tambah. Sejak awal masa pemerintahannya, Prabowo menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan memperluas kebijakan hilirisasi industri.
Program ini bertujuan menghentikan ketergantungan ekspor bahan mentah, sekaligus memperkuat industri pengolahan dalam negeri agar mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan penerimaan negara. Di Sumatra, potensi hilirisasi terbuka lebar. Komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, batu bara, migas, gambir, kopi, hingga hasil pertanian dan perkebunan lainnya dinilai siap didorong ke tahap pengolahan lanjutan.
Beberapa daerah di Sumatra bahkan mulai disiapkan sebagai basis industri turunan, termasuk kawasan industri terpadu dan sentra pengolahan berbasis sumber daya lokal. Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian teknis juga mendorong pemerintah daerah di Sumatra untuk menyesuaikan kebijakan tata ruang, perizinan, dan infrastruktur pendukung. Langkah ini dinilai penting agar investasi hilirisasi dapat berjalan cepat dan berkelanjutan.
Meski belum ada penetapan resmi bahwa Sumatra menjadi pusat tunggal hilirisasi nasional, arah kebijakan menunjukkan pulau ini menjadi salah satu pilar utama selain Kalimantan dan Sulawesi. Posisi geografis Sumatra yang dekat dengan jalur perdagangan internasional serta infrastruktur pelabuhan yang relatif matang menjadi nilai tambah tersendiri. Pengamat ekonomi menilai, jika program hilirisasi di Sumatra dijalankan secara konsisten dan berkeadilan, dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga pada pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah.
Dengan dorongan politik yang kuat dari Presiden Prabowo Subianto, Sumatra kini berada di persimpangan penting: dari sekadar lumbung bahan mentah, menuju pusat industri bernilai tambah yang berperan besar dalam peta ekonomi Indonesia ke depan.
- Carano News

