Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

Libur Sekolah, Aktivitas Negatif Siswa Meningkat, Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan

Libur Sekolah, Aktivitas Negatif Siswa Meningkat, Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan
CaranoNews

PADANG — Masa libur sekolah yang seharusnya menjadi waktu istirahat dan kebersamaan keluarga justru dinilai rawan memicu meningkatnya berbagai aktivitas negatif di kalangan siswa. Kondisi ini membuat...

PADANG — Masa libur sekolah yang seharusnya menjadi waktu istirahat dan kebersamaan keluarga justru dinilai rawan memicu meningkatnya berbagai aktivitas negatif di kalangan siswa. Kondisi ini membuat peran orang tua menjadi sangat penting untuk mengawasi dan mengarahkan anak selama libur berlangsung. Sejumlah pemerhati pendidikan menilai, tanpa pengawasan yang memadai, siswa cenderung menghabiskan waktu secara tidak produktif.

Aktivitas yang paling banyak ditemukan adalah penggunaan gadget secara berlebihan, seperti bermain media sosial dan game online hingga larut malam. Kecanduan gadget dan game online dinilai berdampak pada perubahan perilaku anak, mulai dari emosi yang tidak stabil, malas beraktivitas, hingga menurunnya disiplin dan tanggung jawab. Selain itu, anak juga berisiko terpapar konten negatif, termasuk kekerasan, pornografi, dan perjudian online terselubung.

Selain aktivitas digital, pergaulan bebas juga menjadi perhatian serius selama masa libur sekolah. Banyak siswa yang menghabiskan waktu dengan nongkrong tanpa tujuan yang jelas, bahkan hingga malam hari, tanpa pengawasan orang tua. Kondisi ini dinilai dapat membuka peluang terjadinya perilaku menyimpang.

Ancaman lain yang kerap meningkat saat libur sekolah adalah rokok, vape, minuman keras, hingga narkoba. Rasa ingin tahu dan pengaruh lingkungan membuat sebagian remaja mencoba hal-hal berbahaya tersebut. Tidak hanya itu, balap liar dan tawuran juga kerap terjadi dan berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

Pemerhati sosial menegaskan bahwa libur sekolah tidak boleh dimaknai sebagai masa bebas tanpa kontrol. Orang tua diminta lebih aktif berkomunikasi dengan anak, membatasi penggunaan gadget, serta menyusun jadwal kegiatan yang jelas selama libur berlangsung. Orang tua juga dianjurkan mengarahkan anak pada kegiatan positif, seperti olahraga, kegiatan keagamaan, pelatihan keterampilan, dan aktivitas bersama keluarga.

Pendampingan yang baik dinilai dapat mencegah anak terjerumus ke dalam perilaku negatif. Libur sekolah diharapkan menjadi momentum pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai positif. Dengan pengawasan dan perhatian orang tua, masa libur dapat dimanfaatkan secara lebih sehat dan bermanfaat bagi perkembangan anak. (Bud)