🧬 Duel Seks Paling Unik di Laut: Fenomena "Penis Fencing" pada Cacing Pipih
Carano News - Sains & Lingkungan Di balik tenangnya dasar laut tropis, ternyata terjadi salah satu ritual reproduksi paling ekstrem di dunia hewan. Sejumlah spesies cacing pipih laut (flatworm) diketahui melakukan praktik kawin tak lazim yang dikenal dengan istilah penis fencing. Fenomena ini bukan kiasan.
Dua cacing benar-benar berduel menggunakan organ kelamin jantan layaknya pedang, demi menentukan siapa yang harus menanggung beban reproduksi.
⚔️ Adu Tusuk, Bukan Rayuan
Cacing pipih laut merupakan hermafrodit, artinya setiap individu memiliki organ kelamin jantan dan betina sekaligus.
Namun, menjadi "betina" berarti harus mengandung dan menghasilkan telur-proses yang membutuhkan energi besar. Akibatnya, ketika dua cacing bertemu untuk kawin, yang terjadi bukanlah pembuahan biasa, melainkan pertarungan. Keduanya akan mengeluarkan penis berbentuk runcing, lalu saling mencoba menusuk tubuh lawannya.
Siapa yang berhasil menusuk lebih dulu, dialah "pemenang" dan berperan sebagai jantan. Sebaliknya, yang tertusuk harus menerima sperma dan menjalani peran betina.
🧪 Disuntik Lewat Kulit
Proses ini dikenal secara ilmiah sebagai hypodermic insemination, yaitu penyuntikan sperma langsung menembus kulit tubuh pasangan.
Sperma kemudian bermigrasi menuju organ reproduksi untuk membuahi sel telur. Meski terdengar brutal, para ilmuwan menyebut perilaku ini tidak mematikan dan merupakan hasil adaptasi evolusi jangka panjang. 🌊 Terjadi di Laut Tropis Fenomena penis fencing banyak ditemukan pada cacing pipih laut dari kelompok Polycladida, termasuk genus Pseudoceros dan Macrostomum, yang hidup di perairan dangkal tropis, termasuk kawasan terumbu karang.
🔍 Cermin Seleksi Alam
Para peneliti menilai penis fencing sebagai contoh nyata seleksi seksual ekstrem, di mana persaingan tidak terjadi untuk menarik pasangan, melainkan menghindari tanggung jawab reproduksi. "Ini salah satu bukti bahwa alam tidak selalu romantis.
Dalam kasus ini, reproduksi adalah soal strategi dan efisiensi energi," tulis sejumlah jurnal biologi evolusi. 📌 Kesimpulan Penis fencing membuktikan bahwa dunia hewan menyimpan banyak fenomena tak terduga.
Di balik tubuh mungil cacing pipih laut, tersimpan pertarungan biologis yang mencerminkan kerasnya hukum evolusi: siapa yang kalah, dialah yang harus mengandung.(Rajo)

