Citra DPRD Kota Padang di mata publik tengah menjadi sorotan. Di satu sisi, lembaga legislatif ini diharapkan menjadi corong aspirasi rakyat. Namun di sisi lain, tidak sedikit warga menilai kinerja...
Citra DPRD Kota Padang di mata publik tengah menjadi sorotan. Di satu sisi, lembaga legislatif ini diharapkan menjadi corong aspirasi rakyat. Namun di sisi lain, tidak sedikit warga menilai kinerja DPRD belum sepenuhnya menjawab persoalan riil masyarakat.
Berbagai isu lokal mulai dari kondisi Pasar Raya, penataan reklame, persoalan banjir, hingga keluhan UMKM dan pedagang kecil sering kali memicu pertanyaan publik tentang sejauh mana keberpihakan wakil rakyat terhadap kebutuhan sehari-hari warga Kota Padang.
Gedung Megah, Aspirasi Dinanti Bagi sebagian warga, gedung DPRD kerap dipersepsikan sebagai simbol kekuasaan yang terasa jauh dari kehidupan rakyat kecil. Aksi penyampaian aspirasi dan keluhan ke DPRD masih sering terjadi, menandakan tingginya ekspektasi publik agar lembaga ini lebih responsif. “Kami datang ke DPRD karena berharap ada solusi. Tapi sering kali aspirasi berhenti di rapat,” ujar seorang warga yang pernah menyampaikan keluhan soal fasilitas pasar.
Sorotan pada Kinerja dan Kehadiran Isu kehadiran anggota dewan, hasil rapat yang dianggap minim tindak lanjut, serta komunikasi publik yang terbatas menjadi bahan perbincangan di tengah masyarakat. Publik berharap DPRD tidak hanya aktif dalam forum formal, tetapi juga hadir langsung di lapangan melihat persoalan yang dihadapi warga. Pengamat politik lokal menilai, citra DPRD sangat ditentukan oleh keberanian bersikap kritis terhadap kebijakan eksekutif dan konsistensi mengawal kepentingan rakyat, bukan sekadar menyetujui program.
Harapan Akan Perubahan Meski kritik mengemuka, masyarakat tetap menyimpan harapan besar. DPRD dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong kebijakan yang lebih adil, transparan, dan berpihak pada ekonomi rakyat kecil. Warga berharap wakil rakyat lebih terbuka menyampaikan kinerja, menyerap aspirasi secara berkelanjutan, serta memastikan setiap keputusan anggaran benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.
Catatan Redaksi Citra DPRD Kota Padang di mata publik berada di persimpangan: antara harapan dan kekecewaan. Kepercayaan masyarakat tidak dibangun dari retorika, melainkan dari tindakan nyata, keberpihakan jelas, dan keberanian memperjuangkan kepentingan rakyat. Wakil rakyat mesti lebih sering turun ke lapangan, tidak menunggu dibelakang meja saja.

