Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

Turis Meningkat, Atraksi Minim, Turis Bosan

Turis Meningkat, Atraksi Minim, Turis Bosan
CaranoNews

PADANG - Kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2025. Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau meningkat, tingkat hunian hotel di Padang,...

PADANG - Kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat terus menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2025. Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau meningkat, tingkat hunian hotel di Padang, Bukittinggi, dan sejumlah kawasan wisata utama juga mulai stabil di atas 60 persen pada musim liburan dan akhir pekan.

Namun, peningkatan jumlah wisatawan itu belum diiringi dengan ketersediaan atraksi dan pertunjukan yang memadai. Hingga kini, Sumatera Barat masih minim agenda hiburan dan pertunjukan budaya yang bisa dinikmati wisatawan secara rutin. Wisatawan yang datang umumnya hanya mengunjungi objek wisata alam dan kuliner, lalu kembali ke hotel atau langsung meninggalkan Sumbar keesokan harinya.

Pada malam hari, kawasan wisata seperti Pantai Padang, pusat Kota Padang, hingga Bukittinggi cenderung sepi dari aktivitas hiburan. "Sore sampai siang ramai, tapi malam nyaris tidak ada aktivitas. Tidak ada pertunjukan atau acara yang bisa kami tonton," kata Rina, wisatawan asal Jakarta yang berlibur di Padang. Padahal, Sumatera Barat dikenal sebagai daerah dengan kekayaan seni dan budaya yang kuat, mulai dari tari piring, randai, saluang, silek Minangkabau, hingga musik tradisional.

Sayangnya, kesenian tersebut sebagian besar hanya tampil dalam acara seremonial dan kegiatan resmi, bukan sebagai atraksi wisata yang terjadwal. Pelaku usaha pariwisata menilai, kondisi ini menyebabkan lama tinggal wisatawan di Sumbar relatif singkat. Banyak wisatawan hanya berada satu hingga dua hari, lalu melanjutkan perjalanan ke daerah lain yang menawarkan lebih banyak aktivitas hiburan. "Tanpa pertunjukan dan event rutin, wisatawan tidak punya alasan untuk tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di sini," ujar seorang pengelola hotel di Padang.

Minimnya atraksi juga berdampak pada sektor ekonomi kreatif. Seniman dan pelaku seni pertunjukan kehilangan peluang tampil secara berkelanjutan, sementara potensi pendapatan dari wisata budaya belum tergarap maksimal. Pengamat pariwisata menyebut, jika Sumatera Barat ingin memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan nasional, pemerintah daerah perlu membangun ekosistem atraksi wisata yang berkelanjutan.

Hal itu meliputi penyediaan ruang pertunjukan, kalender event rutin, serta dukungan bagi seniman dan komunitas seni. Tanpa langkah tersebut, peningkatan jumlah wisatawan dikhawatirkan hanya menjadi statistik semata. Wisatawan datang dan pergi tanpa meninggalkan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah.