Padang — Kondisi perekonomian yang lesu kian menekan pedagang di Fase VII Pasar Raya Padang. Sepinya pengunjung membuat aktivitas jual beli nyaris stagnan. Bahkan, omzet pedagang disebut merosot...
Padang — Kondisi perekonomian yang lesu kian menekan pedagang di Fase VII Pasar Raya Padang. Sepinya pengunjung membuat aktivitas jual beli nyaris stagnan. Bahkan, omzet pedagang disebut merosot hingga 60 persen, memicu kekhawatiran akan keberlangsungan usaha para pedagang kecil.
Pantauan di lapangan memperlihatkan banyak kios di Fase VII Pasar Raya Padang sepi pembeli. Sejumlah pedagang tampak hanya duduk menunggu, sementara sebagian lainnya memilih menutup kios lebih awal karena tidak ada transaksi yang masuk.
Sekretaris Komunitas Pedagang Pasar (KPP), Irwan Syofyan, S.H., menyebut kondisi saat ini sangat memprihatinkan dan jauh dari harapan para pedagang.
“Transaksi sekarang benar-benar menyedihkan. Dalam sehari, pedagang bisa hanya melayani satu atau dua pembeli. Secara rata-rata, omzet pedagang di Fase VII turun sampai 60 persen,” ujar Irwan Syofyan.
Menurut Irwan, turunnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama merosotnya aktivitas perdagangan di pasar. Tekanan ekonomi membuat masyarakat menahan belanja, sementara biaya operasional pedagang tetap harus dipenuhi setiap hari.
Selain itu, ia menilai minimnya aktivitas pendukung di kawasan pasar turut memperparah kondisi. Tidak adanya event atau kegiatan yang mampu menarik keramaian membuat Fase VII semakin tertinggal dibandingkan kawasan perdagangan lain di Kota Padang.
“Kami butuh event agar pasar kembali ramai. Kalau ada kegiatan, orang datang, belanja, dan pedagang bisa hidup. Tanpa itu, pasar seperti mati perlahan,” tegasnya.
Irwan juga mengungkapkan, penurunan omzet memaksa sebagian pedagang mengurangi stok dagangan, bahkan ada yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga karena penghasilan harian yang tidak menentu.
KPP, kata Irwan, berharap Pemerintah Kota Padang segera mengambil langkah konkret untuk menghidupkan kembali Fase VII Pasar Raya Padang. Salah satu solusi yang didorong adalah penyelenggaraan event rutin, bazar, atau kegiatan ekonomi kreatif yang mampu menarik minat masyarakat untuk datang ke pasar.
“Pasar ini adalah sumber penghidupan ribuan pedagang. Kami berharap ada perhatian serius agar Pasar Raya Padang kembali menjadi pusat ekonomi rakyat,” katanya.
Bagi pedagang Fase VII, kondisi pasar saat ini bukan sekadar soal sepi pembeli, tetapi soal bertahan hidup. Mereka berharap kebijakan yang tepat dan keberpihakan pada ekonomi rakyat kecil dapat mengembalikan denyut perdagangan di Pasar Raya Padang. (Bud)
Pantauan di lapangan memperlihatkan banyak kios di Fase VII Pasar Raya Padang sepi pembeli. Sejumlah pedagang tampak hanya duduk menunggu, sementara sebagian lainnya memilih menutup kios lebih awal karena tidak ada transaksi yang masuk.
Sekretaris Komunitas Pedagang Pasar (KPP), Irwan Syofyan, S.H., menyebut kondisi saat ini sangat memprihatinkan dan jauh dari harapan para pedagang.
“Transaksi sekarang benar-benar menyedihkan. Dalam sehari, pedagang bisa hanya melayani satu atau dua pembeli. Secara rata-rata, omzet pedagang di Fase VII turun sampai 60 persen,” ujar Irwan Syofyan.
Menurut Irwan, turunnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama merosotnya aktivitas perdagangan di pasar. Tekanan ekonomi membuat masyarakat menahan belanja, sementara biaya operasional pedagang tetap harus dipenuhi setiap hari.
Selain itu, ia menilai minimnya aktivitas pendukung di kawasan pasar turut memperparah kondisi. Tidak adanya event atau kegiatan yang mampu menarik keramaian membuat Fase VII semakin tertinggal dibandingkan kawasan perdagangan lain di Kota Padang.
“Kami butuh event agar pasar kembali ramai. Kalau ada kegiatan, orang datang, belanja, dan pedagang bisa hidup. Tanpa itu, pasar seperti mati perlahan,” tegasnya.
Irwan juga mengungkapkan, penurunan omzet memaksa sebagian pedagang mengurangi stok dagangan, bahkan ada yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga karena penghasilan harian yang tidak menentu.
KPP, kata Irwan, berharap Pemerintah Kota Padang segera mengambil langkah konkret untuk menghidupkan kembali Fase VII Pasar Raya Padang. Salah satu solusi yang didorong adalah penyelenggaraan event rutin, bazar, atau kegiatan ekonomi kreatif yang mampu menarik minat masyarakat untuk datang ke pasar.
“Pasar ini adalah sumber penghidupan ribuan pedagang. Kami berharap ada perhatian serius agar Pasar Raya Padang kembali menjadi pusat ekonomi rakyat,” katanya.
Bagi pedagang Fase VII, kondisi pasar saat ini bukan sekadar soal sepi pembeli, tetapi soal bertahan hidup. Mereka berharap kebijakan yang tepat dan keberpihakan pada ekonomi rakyat kecil dapat mengembalikan denyut perdagangan di Pasar Raya Padang. (Bud)

