Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

Sejarah pijat dunia

Sejarah pijat dunia
CaranoNews

Padang — Pijat bukan sekadar aktivitas relaksasi, tetapi merupakan metode perawatan kesehatan tertua yang telah dikenal manusia sejak ribuan tahun lalu. Dari peradaban kuno hingga dunia modern, pijat...

Padang — Pijat bukan sekadar aktivitas relaksasi, tetapi merupakan metode perawatan kesehatan tertua yang telah dikenal manusia sejak ribuan tahun lalu. Dari peradaban kuno hingga dunia modern, pijat terus berkembang dan bertahan sebagai terapi yang dipercaya mampu menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Sejarah mencatat, praktik pijat sudah dilakukan sejak zaman prasejarah.

Manusia purba secara naluriah menggosok atau menekan bagian tubuh yang terasa nyeri. Kebiasaan sederhana ini kemudian berkembang menjadi teknik perawatan tubuh yang diwariskan lintas generasi. Dalam peradaban Tiongkok kuno sekitar 3.000 tahun sebelum masehi, pijat dikenal dengan istilah Tui Na dan menjadi bagian penting dari pengobatan tradisional.

Pijat dipercaya melancarkan aliran energi tubuh atau Qi serta menjaga keseimbangan Yin dan Yang. Praktik ini bahkan tercatat dalam naskah medis klasik yang menjadi rujukan pengobatan hingga kini. Sementara itu di India, pijat berkembang dalam sistem pengobatan Ayurveda dengan sebutan Abhyanga.

Terapi pijat dilakukan menggunakan minyak herbal untuk menyeimbangkan unsur tubuh, meningkatkan daya tahan, serta menjaga kesehatan mental. Metode ini tidak hanya bersifat penyembuhan, tetapi juga pencegahan penyakit. Jejak pijat juga ditemukan dalam peradaban Mesir dan Yunani kuno.

Relief pada makam Mesir menggambarkan teknik pijat pada tangan dan kaki. Di Yunani, pijat menjadi bagian dari perawatan atlet sebelum dan sesudah bertanding. Tokoh medis klasik bahkan menyebut pijat sebagai bagian penting dari ilmu pengobatan.

Pada masa Romawi kuno, pijat berkembang pesat dan menjadi bagian dari budaya pemandian umum. Prajurit dan masyarakat menggunakan pijat untuk memulihkan kebugaran tubuh. Namun, praktik yang berlebihan sempat membuat pijat kehilangan reputasinya menjelang runtuhnya Kekaisaran Romawi.

Memasuki Abad Pertengahan, ilmu pijat justru berkembang di dunia Islam. Sejumlah ilmuwan kedokteran menuliskan manfaat pijat untuk melancarkan peredaran darah dan mempercepat pemulihan tubuh. Pengetahuan ini kemudian menjadi jembatan bagi berkembangnya kembali ilmu medis di Eropa.

Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pijat berkembang sebagai bagian dari pengobatan tradisional dan budaya masyarakat. Pijat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari perawatan bayi, ibu pasca melahirkan, hingga mengatasi pegal, kelelahan, dan cedera ringan. Hingga kini, pijat tradisional masih menjadi pilihan utama masyarakat.

Pada abad ke-19 dan ke-20, pijat mulai dikaji secara ilmiah dan masuk ke dalam dunia medis modern. Berbagai teknik seperti pijat Swedia, pijat jaringan dalam, refleksi, hingga pijat olahraga dikembangkan dan digunakan sebagai terapi pendamping pengobatan medis. Kini, pijat diakui secara luas sebagai terapi komplementer yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental.

Dari praktik naluriah manusia purba hingga terapi modern berbasis ilmu pengetahuan, pijat membuktikan diri sebagai warisan peradaban yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Pijat bukan hanya tentang sentuhan, tetapi tentang sejarah panjang manusia dalam merawat tubuh dan menjaga keseimbangan hidup. (Bud)