Warga Kecamatan Pauh melontarkan kritik tajam kepada DPRD Kota Padang karena dinilai belum menunjukkan langkah konkret untuk mendorong penyelesaian persoalan relokasi warga terdampak bencana di kawasan Batu Busuak.
Padang — Warga Kecamatan Pauh melontarkan kritik tajam kepada DPRD Kota Padang karena dinilai belum menunjukkan langkah konkret untuk mendorong penyelesaian persoalan relokasi warga terdampak bencana di kawasan Batu Busuak. Warga mendesak DPRD segera menggelar rapat resmi bersama Pemerintah Kota Padang guna membahas relokasi permanen di wilayah yang dinilai sudah tidak lagi aman untuk dihuni.
Desakan tersebut menguat menyusul rangkaian bencana banjir dan longsor yang kembali melanda kawasan hulu Padang bagian timur. Kerusakan permukiman warga terus bertambah, sementara ancaman keselamatan dinilai masih tinggi setiap kali hujan dengan intensitas besar mengguyur wilayah tersebut.
Salah seorang warga Kecamatan Pauh, Arif, menyatakan DPRD Kota Padang seharusnya mengambil peran lebih aktif sebagai wakil rakyat dengan mendorong pembahasan kebijakan relokasi secara serius dan terbuka bersama Pemko Padang.
"DPRD tidak cukup hanya datang meninjau lokasi. Yang dibutuhkan warga adalah rapat resmi dan keputusan nyata soal relokasi. Ini menyangkut keselamatan dan masa depan warga Batu Busuak," ujar Arif.
Warga mengkritik lambannya inisiatif DPRD Kota Padang dalam memfasilitasi pembahasan relokasi warga Batu Busuak yang berada di kawasan rawan banjir dan longsor.
Relokasi dimaksud berkaitan dengan kawasan Batu Busuak dan wilayah terdampak di Kecamatan Pauh, Padang bagian timur, Kota Padang.
Desakan ini muncul setelah serangkaian kejadian banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir yang menyebabkan kerusakan serius pada permukiman warga dan memaksa sebagian warga mengungsi.
Data Kerusakan dan Kerugian
Berdasarkan data pendataan kebencanaan Pemko Padang, tercatat belasan rumah roboh akibat banjir dan longsor di kawasan terdampak. Selain itu, puluhan rumah lainnya mengalami kerusakan berat dan ringan. Kerugian materiil warga yang terdampak ditaksir mencapai miliaran rupiah, meliputi kerusakan bangunan rumah, perabot rumah tangga, kendaraan, serta hilangnya sumber mata pencaharian.
Menurut warga, data tersebut menunjukkan bahwa kawasan Batu Busuak sudah berada pada tingkat risiko yang tidak lagi layak ditangani hanya dengan pendekatan darurat.
"Kalau rumah sudah roboh dan kerugian sudah miliaran, itu berarti kawasan ini memang berbahaya. Relokasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan," kata Arif.
Desakan kepada DPRD
Warga secara tegas meminta DPRD Kota Padang untuk segera:
- Menggelar rapat resmi dengan Pemko Padang dan instansi terkait
- Membahas dan menetapkan kebijakan relokasi permanen bagi warga Batu Busuak
- Menjamin kepastian lokasi hunian baru, anggaran, serta keberlanjutan kehidupan warga terdampak
- Tidak lagi mengandalkan penanganan darurat semata, tetapi solusi jangka panjang
Warga berharap DPRD Kota Padang tidak bersikap pasif dan segera mengambil inisiatif politik yang berpihak pada keselamatan masyarakat. Tanpa keputusan relokasi yang jelas, warga khawatir bencana serupa akan terus berulang dan kembali memakan korban serta kerugian yang lebih besar. (BUD)

