Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

Pendukung Anies Cuma Ribut di Medsos, Diminta Bentuk Partai, Adu di Pemilu Menang Silahkan Jadi Nomor Satu

Pendukung Anies Cuma Ribut di Medsos, Diminta Bentuk Partai, Adu di Pemilu Menang Silahkan Jadi Nomor Satu
CaranoNews

Pendukung Anies Baswedan Dinilai Masih Dominan di Medsos, Diminta Bentuk Partai dan Adu Kekuatan di Pemilu

Pendukung Anies Baswedan Dinilai Masih Dominan di Medsos, Diminta Bentuk Partai dan Adu Kekuatan di Pemilu Jakarta — Pendukung Anies Baswedan kembali menjadi sorotan. Kritik mengemuka bahwa basis dukungan Anies selama ini dinilai lebih ramai di media sosial dibandingkan kekuatan riil di lapangan politik yang terlembaga. Sejumlah pengamat dan tokoh politik menilai, jika benar memiliki basis massa kuat, langkah paling maju dan konstitusional adalah membentuk partai politik sendiri.

Pandangan ini muncul menyusul perdebatan panjang di ruang digital yang kerap memanas, namun dinilai tidak selalu berbanding lurus dengan kekuatan elektoral nyata. “Ribut di media sosial sah-sah saja, tapi demokrasi tidak ditentukan oleh trending topic.

Ukurannya tetap pemilu,” ujar seorang pengamat politik nasional. Bentuk Partai, Adu Gagasan dan Kekuatan Dorongan agar pendukung Anies membentuk partai politik dinilai sebagai jalan paling fair dalam demokrasi. Dengan partai, gagasan bisa diuji secara terbuka, kader bisa dibangun secara sistematis, dan dukungan publik bisa diukur secara nyata melalui pemilu. “Kalau yakin punya massa, bentuk partai.

Adu program, adu gagasan, ikut pemilu. Menang silakan jadi nomor satu,” kata sumber tersebut. Menurutnya, langkah ini jauh lebih konstruktif dibandingkan perang narasi di media sosial yang sering kali berujung polarisasi tanpa hasil konkret.

Demokrasi Tak Ditentukan Medsos Pengamat menegaskan bahwa media sosial hanyalah alat komunikasi politik, bukan instrumen penentu kekuasaan. Sejarah politik Indonesia menunjukkan banyak tokoh yang populer di ruang digital, namun gagal mengonversinya menjadi kemenangan elektoral. Sebaliknya, partai dengan struktur kuat, jaringan akar rumput, dan kerja organisasi yang konsisten justru lebih menentukan hasil pemilu.

Ujian Kedewasaan Politik Isu ini dinilai sebagai ujian kedewasaan politik bagi para pendukung Anies. Apakah energi besar di media sosial akan terus berhenti pada debat dan narasi, atau naik kelas menjadi kekuatan politik formal yang siap diuji rakyat di bilik suara. Dalam sistem demokrasi, jalan sudah jelas: adu di pemilu.

Siapa yang mendapat mandat rakyat, dialah yang berhak memimpin. Selebihnya, politik hanya akan menjadi kebisingan tanpa arah. (Rajo)