Padang — Perlambatan ekonomi yang berkepanjangan mulai menunjukkan dampak serius di sektor perdagangan rakyat. Di Pasar Raya Padang, sejumlah toko dan kios kini berada di ambang penutupan akibat...
Padang — Perlambatan ekonomi yang berkepanjangan mulai menunjukkan dampak serius di sektor perdagangan rakyat. Di Pasar Raya Padang, sejumlah toko dan kios kini berada di ambang penutupan akibat menurunnya omzet dan semakin lemahnya daya beli masyarakat. Pantauan di lapangan memperlihatkan suasana pasar yang jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu.
Lorong-lorong yang dahulu ramai kini tampak lengang. Banyak pedagang memilih membuka toko hanya beberapa jam, sementara sebagian lainnya menutup usaha lebih awal untuk menekan kerugian. Tidak sedikit pula kios yang terlihat kosong dan tergembok sejak lama. “Pembeli jauh berkurang.
Sekarang buka toko hanya untuk menutup biaya listrik dan sewa. Kalau kondisi ini terus berlanjut, kami terpaksa tutup,” ujar seorang pedagang pakaian di Pasar Raya Padang. Omzet Anjlok, Biaya Operasional Tetap Tinggi Pedagang mengeluhkan turunnya omzet hingga lebih dari 50 persen.
Di sisi lain, biaya operasional seperti sewa kios, retribusi pasar, listrik, serta gaji karyawan tetap berjalan tanpa keringanan. Kondisi ini membuat pedagang terjepit, terutama mereka yang menjual barang nonkebutuhan pokok. Konsumen kini dinilai semakin selektif dalam berbelanja.
Kebutuhan primer masih dibeli, sementara produk lain menumpuk di etalase tanpa kepastian terjual. Dampak ke Tenaga Kerja Ancaman penutupan toko berpotensi menimbulkan efek domino. Sejumlah pedagang mengaku telah mengurangi jam kerja karyawan, bahkan mulai mempertimbangkan merumahkan pekerja demi bertahan.
Jika tren ini terus berlanjut, pengangguran di sektor informal dikhawatirkan meningkat. Kenyamanan Pasar Jadi Sorotan Selain faktor ekonomi, pedagang juga menyoroti persoalan lama yang belum tuntas, seperti kebocoran atap saat hujan, genangan air di lorong pasar, kebersihan, serta akses yang dinilai kurang nyaman bagi pengunjung.
Kondisi tersebut disebut ikut menurunkan minat masyarakat untuk datang berbelanja. Harapan kepada Pemerintah Para pedagang berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan langkah konkret, seperti pemberian stimulus ekonomi, keringanan retribusi, serta pembenahan menyeluruh fasilitas Pasar Raya Padang.
Mereka menilai pasar tradisional masih menjadi tulang punggung ekonomi rakyat yang harus diselamatkan. Pengamat ekonomi lokal menilai kondisi Pasar Raya Padang merupakan cerminan tekanan ekonomi riil di tingkat bawah. Ketika pasar tradisional melemah, itu menjadi sinyal kuat bahwa daya beli masyarakat sedang berada dalam kondisi genting.
Di Ambang Titik Kritis Hingga saat ini belum terdapat data resmi mengenai jumlah toko yang telah tutup. Namun jika tidak ada intervensi cepat dan terukur, ancaman penutupan diperkirakan akan terus bertambah. Pasar Raya Padang kini berada di titik kritis—bukan sekadar soal sepinya transaksi, melainkan tentang kelangsungan hidup ribuan keluarga yang menggantungkan penghidupan dari denyut ekonomi pasar rakyat.(Bud)

