Padang — Rencana pembentukan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) baru di Kota Padang disebut merupakan bagian dari pengembangan struktur Kodam I Bukit Barisan. Makodam ini dirancang untuk...
Padang — Rencana pembentukan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) baru di Kota Padang disebut merupakan bagian dari pengembangan struktur Kodam I Bukit Barisan. Makodam ini dirancang untuk memperkuat fungsi komando dan pengendalian wilayah, dengan cakupan kerja meliputi Provinsi Sumatera Barat dan Jambi.
Sebagai bagian dari pengembangan Kodam I Bukit Barisan, Makodam baru tersebut diproyeksikan menjadi pusat koordinasi teritorial yang lebih efektif, seiring meningkatnya kebutuhan pertahanan, kesiapsiagaan bencana, dan dukungan terhadap stabilitas wilayah. Namun, rencana lokasi pembangunan Makodam memunculkan diskusi publik.
Kawasan Lapangan Imam Bonjol yang sempat disebut sebagai opsi lokasi dinilai sebagian warga masih berfungsi aktif sebagai taman kota dan ruang terbuka hijau (RTH). Pengalihan fungsi kawasan tersebut dikhawatirkan mengurangi ruang publik di pusat Kota Padang.
Sebagai alternatif, warga dan pemerhati tata kota mengusulkan lahan bekas Pabrik SUMATEX Subur untuk pembangunan Makodam baru. Lahan eks industri tersebut dinilai lebih tepat karena telah lama tidak produktif dan relatif terbengkalai. “Kalau Makodam ini pengembangan dari Kodam I Bukit Barisan dan wilayah kerjanya luas sampai Jambi, tentu fasilitasnya strategis. Tapi sebaiknya ditempatkan di lahan eks industri seperti SUMATEX Subur, bukan di taman kota,” ujar seorang warga Padang.
Pengamat tata ruang menilai, pemanfaatan lahan bekas industri untuk fasilitas negara sejalan dengan prinsip penataan kota yang berkelanjutan. Selain mengoptimalkan aset terlantar, langkah tersebut juga meminimalkan dampak lingkungan dan sosial dibandingkan pembangunan di ruang terbuka hijau aktif. Hingga kini, masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak TNI melakukan kajian terbuka dan komprehensif terkait penetapan lokasi Makodam baru ini. Warga mendorong agar pengembangan Kodam I Bukit Barisan melalui Makodam baru tetap memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pertahanan dan keberlanjutan tata ruang kota.
Dengan statusnya sebagai Makodam pengembangan Kodam I/Bukit Barisan, fasilitas ini dipandang strategis bagi Sumatera Barat dan Jambi. Namun, publik menilai penentuan lokasi yang tepat akan menjadi kunci agar pembangunan membawa manfaat maksimal tanpa mengorbankan ruang hidup masyarakat. (Bud)

