Padang — Harga emas di pasaran kembali mengalami penguatan pada perdagangan hari ini. Di Kota Padang, harga emas batangan produksi Antam tercatat berada di level Rp2.650.000 per gram, sementara harga...
Padang — Harga emas di pasaran kembali mengalami penguatan pada perdagangan hari ini. Di Kota Padang, harga emas batangan produksi Antam tercatat berada di level Rp2.650.000 per gram, sementara harga emas lokal diperdagangkan di kisaran Rp2.360.000 per gram.
Informasi tersebut disampaikan oleh Jefri Mawardi, pemilik Toko Mas Sumatera Jaya. Menurutnya, pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi oleh dinamika pasar nasional dan sentimen global.
“Untuk hari ini, harga emas lokal di Padang berada di kisaran Rp2.360.000 per gram, sementara emas Antam tercatat Rp2.650.000 per gram. Harga ini mengikuti tren penguatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” ujar Jefri Mawardi.
Ia menjelaskan, perbedaan harga antara emas Antam dan emas lokal merupakan hal yang wajar di pasaran. Faktor sertifikasi, merek, tingkat kemurnian, serta biaya distribusi dan pencetakan menjadi penyebab utama adanya selisih harga.
Meski harga emas berada pada level yang relatif tinggi, Jefri menyebut minat masyarakat untuk membeli emas masih cukup stabil. Emas masih dipilih sebagai instrumen penyimpan nilai dan investasi jangka panjang oleh sebagian masyarakat.
“Permintaan tetap ada, terutama dari masyarakat yang menjadikan emas sebagai investasi. Umumnya pembelian dilakukan secara bertahap,” katanya.
Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dalam kondisi ketidakpastian, emas masih dipandang sebagai aset yang relatif aman. (Bud)
Informasi tersebut disampaikan oleh Jefri Mawardi, pemilik Toko Mas Sumatera Jaya. Menurutnya, pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi oleh dinamika pasar nasional dan sentimen global.
“Untuk hari ini, harga emas lokal di Padang berada di kisaran Rp2.360.000 per gram, sementara emas Antam tercatat Rp2.650.000 per gram. Harga ini mengikuti tren penguatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” ujar Jefri Mawardi.
Ia menjelaskan, perbedaan harga antara emas Antam dan emas lokal merupakan hal yang wajar di pasaran. Faktor sertifikasi, merek, tingkat kemurnian, serta biaya distribusi dan pencetakan menjadi penyebab utama adanya selisih harga.
Meski harga emas berada pada level yang relatif tinggi, Jefri menyebut minat masyarakat untuk membeli emas masih cukup stabil. Emas masih dipilih sebagai instrumen penyimpan nilai dan investasi jangka panjang oleh sebagian masyarakat.
“Permintaan tetap ada, terutama dari masyarakat yang menjadikan emas sebagai investasi. Umumnya pembelian dilakukan secara bertahap,” katanya.
Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dalam kondisi ketidakpastian, emas masih dipandang sebagai aset yang relatif aman. (Bud)

