Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

Harga Emas Antam Kembali Mengamuk

Harga Emas Antam Kembali Mengamuk
CaranoNews

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan signifikan pada awal Januari 2026. Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga emas Antam naik Rp 27.000 per gram dan kini...

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan signifikan pada awal Januari 2026. Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga emas Antam naik Rp 27.000 per gram dan kini berada di level Rp 2.515.000 per gram. Seiring dengan kenaikan harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga ikut meningkat sebesar Rp 25.000, menjadi Rp 2.371.000 per gram.

Kenaikan ini memperpanjang tren penguatan harga emas yang telah berlangsung sejak akhir 2025. Penguatan harga emas domestik sejalan dengan kenaikan harga emas global, yang didorong meningkatnya permintaan terhadap aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Dipicu Sentimen Global Analis pasar menilai, lonjakan harga emas dipengaruhi oleh meningkatnya risiko global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia. "Emas kembali menjadi pilihan investor untuk melindungi nilai aset ketika kondisi global tidak stabil.

Selama ketidakpastian masih tinggi, harga emas berpotensi tetap berada di level yang kuat," kata analis pasar logam mulia. Selain faktor geopolitik, pergerakan nilai tukar rupiah dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global turut memberikan sentimen positif terhadap harga emas di dalam negeri. Daftar Harga Emas Antam Berikut harga emas batangan Antam per Senin (5/1/2026): 0,5 gram: Rp 1.307.500 1 gram: Rp 2.515.000 5 gram: Rp 12.425.000 10 gram: Rp 24.645.000 25 gram: Rp 61.487.000 50 gram: Rp 122.895.000 100 gram: Rp 245.712.000 Harga tersebut berlaku di butik emas Antam dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Prospek ke Depan Meski tengah menguat, analis mengingatkan investor untuk tetap mencermati risiko fluktuasi harga dalam jangka pendek. Namun secara fundamental, emas masih dinilai menarik sebagai instrumen lindung nilai, terutama di tengah kondisi global yang belum sepenuhnya stabil.