Padang — Banyak rumah tangga terlihat baik-baik saja dari luar, namun menyimpan keheningan di dalam. Bukan karena persoalan ekonomi atau konflik besar, melainkan akibat hal-hal sederhana yang...
Padang — Banyak rumah tangga terlihat baik-baik saja dari luar, namun menyimpan keheningan di dalam. Bukan karena persoalan ekonomi atau konflik besar, melainkan akibat hal-hal sederhana yang didambakan istri namun kerap disepelekan oleh suami. Sejumlah pengamat keluarga menilai, masalah rumah tangga modern sering bermula dari kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi.
Istri pada umumnya tidak menuntut hal yang rumit atau mahal. Mereka lebih menginginkan perhatian, penghargaan, dan kehadiran emosional pasangan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dambaan istri yang paling sering diabaikan adalah keinginan untuk didengarkan.
Dalam banyak kasus, istri hanya ingin bercerita dan dipahami, bukan langsung dinasihati atau disalahkan. Sikap suami yang sibuk dengan gawai atau memotong pembicaraan dinilai memicu rasa tidak dihargai. Quality time juga menjadi kebutuhan yang sering dianggap sepele.
Makan bersama tanpa gangguan telepon genggam, berbincang sebelum tidur, atau menonton televisi bersama dinilai memiliki makna emosional yang besar. Namun, kesibukan kerja dan rutinitas harian kerap menjadikan momen ini terabaikan. Selain itu, bantuan nyata dalam pekerjaan rumah tangga juga menjadi dambaan yang jarang disadari.
Ketika suami membantu tanpa diminta, istri merasa tidak sendirian memikul beban domestik. Tindakan sederhana ini dinilai mampu memperkuat rasa kebersamaan dalam rumah tangga. Penghargaan dan pujian juga menjadi kebutuhan mendasar.
Pengakuan atas peran istri—baik sebagai ibu rumah tangga maupun perempuan yang bekerja—memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental dan rasa percaya diri. Namun, banyak suami menganggap hal tersebut tidak penting untuk diucapkan. Keterbukaan dan kejujuran, terutama dalam urusan keuangan dan pengambilan keputusan keluarga, turut menjadi dambaan istri.
Ketika dilibatkan dalam proses, istri merasa dihargai sebagai partner, bukan sekadar penerima keputusan. Tak kalah penting, istri juga membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Kesempatan untuk beristirahat, bersantai, atau sekadar menikmati me time tanpa rasa bersalah menjadi bagian penting dari keseimbangan emosional.
Berbagai pengamatan tersebut menunjukkan bahwa keharmonisan rumah tangga tidak selalu ditentukan oleh hal besar. Justru hal-hal sederhana yang konsisten, jika terus diabaikan, dapat menimbulkan jarak emosional yang perlahan dan menimbulkan gangguan psikologis namun nyata antara suami dan istri. (Bud)

