Padang - Kondisi tenaga pendidik di Kota Padang masih menghadapi persoalan mendasar. Ketidakmerataan jumlah guru, kualitas mengajar yang belum sepenuhnya standar, serta beban pasca-bencana menjadi...
Padang - Kondisi tenaga pendidik di Kota Padang masih menghadapi persoalan mendasar. Ketidakmerataan jumlah guru, kualitas mengajar yang belum sepenuhnya standar, serta beban pasca-bencana menjadi tantangan serius dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.
Data pendidikan menunjukkan, sebaran guru di Kota Padang belum merata. Sekolah-sekolah di pusat kota relatif kelebihan tenaga pendidik, sementara wilayah pinggiran seperti Bungus Teluk Kabung dan daerah perbatasan kota masih mengalami kekurangan guru, khususnya di jenjang sekolah dasar dan menengah pertama. "Di beberapa sekolah pinggiran, satu guru harus merangkap mengajar beberapa mata pelajaran.
Ini jelas memengaruhi kualitas pembelajaran," ungkap salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya. Selain persoalan jumlah, kelayakan dan kompetensi guru juga menjadi sorotan. Masih terdapat guru yang belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan mengajar sesuai ketentuan nasional, terutama di tingkat SD.
Proses sertifikasi dan peningkatan kompetensi dinilai belum berjalan merata. Kondisi guru juga diperberat oleh dampak bencana banjir bandang yang melanda Kota Padang pada akhir 2025. Sejumlah guru turut menjadi korban, baik rumah terdampak maupun kehilangan perlengkapan mengajar.
Situasi ini ikut memengaruhi kesiapan dan kenyamanan guru dalam menjalankan tugas pendidikan. Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pendidikan mengakui persoalan tersebut dan menyatakan tengah melakukan berbagai langkah, mulai dari penataan distribusi guru, pemberian insentif untuk daerah pinggiran, hingga pelatihan peningkatan kapasitas guru berbasis teknologi dan pembelajaran mendalam.
Namun pengamat pendidikan menilai, kebijakan tersebut belum cukup jika tidak dibarengi reformasi serius dalam manajemen guru. Ketimpangan distribusi dan kualitas tenaga pendidik dikhawatirkan akan terus melahirkan kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah di Kota Padang. "Jika guru tidak merata dan kualitas tidak ditingkatkan secara serius, maka sulit berharap pendidikan Padang bisa bersaing.
Ini soal masa depan generasi," ujar seorang pemerhati pendidikan Sumatera Barat. Masalah guru kini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan Kota Padang. Tanpa pembenahan menyeluruh dan berkelanjutan, target pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan berpotensi hanya menjadi slogan tanpa hasil nyata.

