Padang — Posisi Semen Padang FC yang masih tertahan di papan bawah klasemen Liga 1 musim ini kian memicu kekhawatiran publik sepak bola Sumatera Barat. Rentetan hasil kurang memuaskan membuat Kabau...
Padang — Posisi Semen Padang FC yang masih tertahan di papan bawah klasemen Liga 1 musim ini kian memicu kekhawatiran publik sepak bola Sumatera Barat. Rentetan hasil kurang memuaskan membuat Kabau Sirah berada dalam situasi genting, dengan ancaman degradasi yang semakin nyata jika tidak segera dilakukan pembenahan serius. Pengamat sepak bola menilai persoalan Semen Padang tidak hanya terletak pada aspek teknis di lapangan, tetapi juga menyangkut strategi kepelatihan, komposisi pemain, mental bertanding, hingga pola pengelolaan tim oleh manajemen.
Setidaknya ada enam langkah mendesak yang dinilai harus segera dilakukan untuk menyelamatkan Semen Padang dari keterpurukan. Langkah pertama adalah evaluasi menyeluruh terhadap tim pelatih. Jika dalam tiga hingga lima pertandingan ke depan tidak terlihat peningkatan performa dan hasil, pergantian pelatih dinilai sebagai opsi yang realistis.
Dalam kondisi krisis, pendekatan pragmatis dengan mengutamakan kedisiplinan bertahan dan efektivitas serangan dianggap lebih relevan dibandingkan permainan idealis tanpa hasil. Langkah kedua adalah perombakan komposisi pemain, terutama pemain asing dan pemain inti. Pemain asing diharapkan menjadi pembeda di lapangan.
Namun jika kontribusinya minim, manajemen diminta tidak ragu melakukan pergantian. Tim dinilai membutuhkan bek tengah yang memiliki jiwa pemimpin, gelandang bertahan yang kuat dalam duel dan distribusi bola, serta penyerang tajam yang mampu memaksimalkan peluang. Langkah ketiga adalah mengembalikan identitas Semen Padang sebagai tim dengan karakter keras dan pantang menyerah.
Semen Padang selama ini dikenal dengan semangat “urang awak” yang bermain disiplin, agresif, dan berani berduel hingga menit akhir. Identitas tersebut dinilai mulai memudar dan perlu dihidupkan kembali, termasuk dengan memberi ruang lebih besar kepada pemain lokal Sumatera Barat dan pemain muda yang memiliki motivasi tinggi. Langkah keempat berkaitan dengan faktor kandang.
Stadion Haji Agus Salim harus kembali menjadi tempat yang menakutkan bagi tim tamu. Manajemen didorong untuk memaksimalkan dukungan suporter melalui promosi tiket terjangkau, pendekatan komunitas, serta membangun atmosfer bahwa Semen Padang tidak boleh kehilangan poin di kandang sendiri.
Minimal, target tidak kalah di kandang harus menjadi harga mati. Langkah kelima adalah pembenahan manajemen tim dan aspek psikologis pemain. Tekanan tinggi dan sorotan publik membuat kepercayaan diri pemain menurun.
Kehadiran psikolog olahraga dinilai penting untuk memulihkan mental bertanding. Selain itu, komunikasi manajemen ke publik perlu dibuat satu pintu agar pesan yang disampaikan konsisten dan tidak menambah beban psikologis tim. Langkah keenam adalah penetapan target yang realistis.
Untuk musim ini, target utama Semen Padang bukanlah bersaing di papan atas, melainkan bertahan di Liga 1. Setelah posisi aman, barulah klub dapat melakukan penataan jangka panjang, mulai dari penguatan akademi, rekrutmen pemain berkelanjutan, hingga pembangunan ulang identitas permainan. Pengamat mengingatkan, jika tidak ada perubahan signifikan dalam satu putaran kompetisi ke depan, degradasi bukan lagi sekadar ancaman, melainkan risiko nyata.
Dampaknya tidak hanya pada prestasi, tetapi juga keuangan klub dan kebanggaan sepak bola Sumatera Barat. Kini, publik menanti langkah konkret manajemen dan respons para pemain di lapangan. Waktu terus berjalan, dan Semen Padang dituntut menjawab tekanan ini dengan aksi nyata, bukan sekadar wacana. (Bud)

