Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

Bendi Transportasi yang Kian Langka di Sumbar

Bendi Transportasi yang Kian Langka di Sumbar
CaranoNews

Padang- Keberadaan bendi, kendaraan tradisional yang ditarik oleh kuda, semakin langka dan nyaris punah di wilayah Kota Padang dan Padang Panjang. Dahulu, bendi menjadi salah satu moda transportasi...

Padang- Keberadaan bendi, kendaraan tradisional yang ditarik oleh kuda, semakin langka dan nyaris punah di wilayah Kota Padang dan Padang Panjang. Dahulu, bendi menjadi salah satu moda transportasi penting bagi masyarakat setempat, namun kini jumlahnya tinggal sedikit dan fungsinya berubah menjadi daya tarik wisata sejarah dan budaya. Bendi masih dapat ditemui di beberapa titik di Kota Padang Panjang, terutama di sekitar Pasar Pusat dan Jalan Imam Bonjol, namun jumlah unit yang beroperasi hanya bisa dihitung dengan jari, sebab diperkirakan sekitar 3-5 bendi yang masih aktif.

Para kusir mulai menunggu penumpang sejak pagi hari, tetapi bendi kini jarang lagi dipilih sebagai sarana transportasi harian. Perubahan Fungsi dari Transportasi ke Wisata Perkembangan pesat transportasi modern seperti sepeda motor, kendaraan pribadi, dan layanan ojek online membuat posisi bendi semakin tersisih. Warga cenderung memilih moda transportasi yang lebih cepat, murah, dan praktis, sehingga permintaan terhadap bendi menurun drastis.

Namun demikian, sebagian bendi yang tersisa mencoba bertahan dengan mengambil peran baru sebagai atraksi wisata. Wisatawan, baik dari luar daerah maupun lokal, masih sering mencoba pengalaman berkeliling kota dengan bendi demi merasakan suasana tradisional yang unik. Rute wisata biasanya melintasi pusat kota, mengunjungi objek budaya seperti Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), atau sekadar menikmati suasana kota yang lebih santai dibanding kendaraan modern.

Para kusir bendi kini menghadapi tantangan besar. Tidak hanya persaingan dengan transportasi motor modern, tetapi juga tantangan ekonomi yang membuat banyak kusir memilih beralih profesi. Bendi bukan lagi sarana yang bisa diandalkan untuk pendapatan tetap seperti dahulu.

Salah satu kusir veteran di Padang Panjang, yang sudah puluhan tahun berkecimpung dengan bendi, menyatakan bahwa bendi bukan sekadar alat angkut tetapi juga bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan.

Ia berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat memberikan dukungan agar tradisi ini tetap hidup di tengah laju modernisasi yang semakin cepat. Meski jumlahnya kian sedikit, bendi masih memiliki nilai budaya tinggi dan berpotensi menjadi ikon wisata sejarah yang khas. Upaya pelestarian tidak hanya datang dari para kusir, tetapi juga dari pengunjung dan pegiat budaya yang menganggap bendi sebagai bagian warisan budaya Minangkabau.

Beberapa komunitas budaya dan pelaku pariwisata lokal juga mendorong integrasi bendi dalam paket wisata budaya di Sumatera Barat, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman tradisional yang autentik.

Hal ini menjadi salah satu cara untuk menjaga agar bendi tidak benar-benar punah dan tetap menjadi bagian dari cerita sejarah serta identitas budaya masyarakat Minangkabau.