Sabtu, 21 Februari 2026 Indonesia
Ikuti Kami:

Batu Malin Kundang Terancam Kutukan Kedua

Batu Malin Kundang Terancam Kutukan Kedua
CaranoNews

PADANG — Objek wisata Malin Kundang di kawasan Pantai Air Manis, Kota Padang, dinilai semakin kehilangan daya tarik akibat minimnya perawatan dan pengelolaan. Kondisi fasilitas yang kurang terawat,...

PADANG — Objek wisata Malin Kundang di kawasan Pantai Air Manis, Kota Padang, dinilai semakin kehilangan daya tarik akibat minimnya perawatan dan pengelolaan. Kondisi fasilitas yang kurang terawat, persoalan kebersihan, serta ancaman abrasi pantai membuat ikon wisata legendaris tersebut terancam ditinggalkan wisatawan. Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan, penataan kawasan Batu Malin Kundang belum optimal, serta papan informasi sejarah yang terbatas.

Padahal, legenda Malin Kundang selama ini menjadi salah satu identitas budaya paling kuat yang dimiliki Sumatera Barat. Data Kunjungan Wisatawan Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Padang, kunjungan wisatawan ke Pantai Air Manis bersifat fluktuatif dan sangat bergantung pada musim liburan. Pada momen libur panjang dan hari besar keagamaan, jumlah pengunjung dapat mencapai puluhan ribu orang.

Dalam satu periode libur panjang, tercatat sekitar 35.000–36.000 wisatawan mengunjungi Pantai Air Manis. Namun di luar musim liburan, kondisi berbanding terbalik. Pada hari biasa, kawasan ini terpantau relatif sepi, dengan kunjungan harian jauh menurun.

Pelaku usaha kecil di sekitar lokasi mengaku hanya mengandalkan akhir pekan dan musim liburan untuk bertahan. “Kalau hari biasa sepi sekali. Ramai hanya saat libur Lebaran atau libur sekolah,” ujar seorang pedagang di kawasan pantai. Fasilitas dan Kebersihan Disorot Wisatawan menilai daya tarik alam Pantai Air Manis masih kuat, namun kurang ditopang fasilitas yang memadai.

Toilet umum, jalur pedestrian, tempat sampah, serta area informasi wisata dinilai perlu pembenahan serius. Selain itu, persoalan sampah dan abrasi turut memperburuk kenyamanan pengunjung. Jika tidak ditangani secara berkelanjutan, kondisi ini dikhawatirkan akan menurunkan angka kunjungan secara permanen.

Dampak terhadap Ekonomi Lokal Menurunnya kunjungan di hari biasa berdampak langsung pada ekonomi masyarakat pesisir. Warung kecil dan pedagang cendera mata mengaku omzet terus menurun dalam beberapa tahun terakhir, seiring berkurangnya wisatawan reguler. Padahal, dengan jumlah kunjungan puluhan ribu saat musim libur, Pantai Air Manis seharusnya mampu menjadi penggerak ekonomi lokal yang stabil, bukan hanya musiman.

Harapan Pembenahan Masyarakat dan pelaku wisata berharap Pemerintah Kota Padang segera melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap Pantai Air Manis, mencakup perbaikan infrastruktur, penataan ikon Malin Kundang, pengelolaan kebersihan, serta penguatan konsep wisata budaya dan edukasi.

Dengan pengelolaan yang lebih serius, Pantai Air Manis dinilai mampu meningkatkan jumlah kunjungan yang lebih merata sepanjang tahun, sekaligus menjaga eksistensi legenda Malin Kundang sebagai ikon wisata dan budaya.